Pesawat Kargo Boeing 737 K2 Airways Hilang di Laut Arab Dekat Karachi Pakistan

Wibik R
184 Views 1 month ago
Ukuran 100%

sikoracerestia.com - Sebuah pesawat kargo Boeing 737-400 milik maskapai K2 Airways Pakistan dinyatakan hilang kontak dari radar pada Selasa malam, 7 Juli 2026, saat sedang dalam penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sharjah di Uni Emirat Arab menuju Bandar Udara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan. Pesawat bernomor penerbangan KTA1732 dengan registrasi AP-BOI itu membawa lima anggota awak dan tidak mengangkut penumpang sipil. Otoritas Bandara Pakistan atau Pakistan Airports Authority (PAA) mengonfirmasi insiden ini melalui serangkaian pernyataan resmi di platform media sosial X, sekaligus mengumumkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan di Laut Arab telah diaktifkan segera setelah kontak dengan pesawat tersebut terputus.

Berdasarkan keterangan resmi PAA, pesawat KTA1732 menghubungi Pusat Kendali Area Karachi pada pukul 21.18 Waktu Standar Pakistan untuk melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi pesawat. Petugas pengendali lalu lintas udara di Karachi langsung merespons dan memberikan panduan navigasi kepada awak pesawat yang berada dalam kesulitan tersebut. Namun hanya dalam rentang waktu sekitar tiga menit, pada pukul 21.21 waktu setempat, radar mendeteksi pesawat tersebut mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat secara bersamaan dengan perubahan arah terbang yang mendadak dan signifikan. Kontak radar dan komunikasi radio dengan pesawat kemudian terputus total, dengan posisi terakhir yang terdeteksi berada sekitar 155 mil laut atau setara dengan 287 kilometer di sebelah barat daya Karachi, di atas perairan Laut Arab. Data dari layanan pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan pesawat sempat tercatat melakukan penurunan dari ketinggian jelajah 35.000 kaki sebelum sinyal akhirnya menghilang sepenuhnya.

Pesawat yang kini menjadi pusat operasi pencarian tersebut memiliki sejarah panjang di industri penerbangan internasional. Mengacu pada data yang dirilis oleh FlightRadar24 dan ch-aviation, registrasi AP-BOI adalah sebuah Boeing 737-4M0 varian BDSF atau Boeing Special Freighter, dengan usia pesawat yang telah mencapai 27,5 tahun. Pesawat ini pertama kali dipesan pada April 1997 dan melakukan penerbangan perdananya pada Januari 1999 sebagai pesawat penumpang yang dioperasikan oleh maskapai Aeroflot asal Rusia. Pada tahun 2004, pesawat tersebut beralih ke maskapai Garuda Indonesia sebelum kemudian dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012. Setelah itu pesawat beroperasi bersama TNT Airways dan kemudian ASL Airlines, hingga akhirnya bergabung dengan armada K2 Airways Pakistan pada tahun 2024. Pesawat ini secara resmi dimiliki oleh perusahaan leasing penerbangan AerCap dan dioperasikan oleh K2 Airways di bawah otoritas penerbangan sipil Pakistan.

Detail teknis yang muncul dari berbagai laporan awal menambah lapisan kompleksitas pada insiden ini. Pesawat AP-BOI dilaporkan mengalami gangguan pada sistem Global Navigation Satellite System atau GNSS sesaat setelah lepas landas dari Sharjah bersama pesawat lain di kawasan tersebut, yang sempat memengaruhi kualitas data pelacakan sebelum sinyal kembali pulih. Kondisi ini menimbulkan spekulasi luas di kalangan pengamat penerbangan internasional mengenai kemungkinan hubungan antara gangguan navigasi dengan hilangnya pesawat secara tiba-tiba. Sejumlah media internasional, termasuk International Business Times UK, menyebut insiden ini memancing perbandingan dengan tragedi Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang hilang di Samudra Hindia pada Maret 2014 dengan 239 orang di dalamnya dan tidak pernah ditemukan hingga kini. Namun para pakar penerbangan mengingatkan bahwa perbedaan mendasar antara dua insiden ini sangat signifikan: awak KTA1732 sempat melaporkan masalah teknis secara spesifik kepada pengendali lalu lintas udara sebelum kontak terputus, sehingga area pencarian jauh lebih sempit dan terdefinisi dibandingkan tragedi MH370 yang berlangsung berhari-hari tanpa petunjuk awal.

Pakistan menggerakkan aset militer dan sipil secara bersamaan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di area terakhir pesawat terdeteksi. Kapal perang PNS Zulfiqar dialihkan menuju wilayah terdampak, sementara pesawat Saab milik Angkatan Udara Pakistan diterbangkan dari Pangkalan Bolhari untuk melakukan pemantauan udara di atas area pencarian. Pusat Koordinasi Penyelamatan Pakistan atau Rescue Coordination Centre resmi diaktifkan dan mengoordinasikan operasi gabungan yang melibatkan berbagai lembaga dan instansi terkait. Berdasarkan analisis awal dari data ADS-B yang dikumpulkan oleh FlightRadar24, kemungkinan besar pesawat mengalami kecelakaan di perairan laut sebelah barat daya Karachi, meski hingga saat artikel ini disusun, pihak berwenang Pakistan belum mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai nasib pesawat dan lima awak yang berada di dalamnya.

Hilangnya pesawat kargo ini menarik perhatian luas dari komunitas penerbangan internasional mengingat langkanya kasus pesawat yang menghilang secara tiba-tiba di era modern, ketika teknologi radar dan pelacakan satelit seharusnya mampu memantau posisi pesawat secara real-time. Washington Post dan sejumlah media besar lainnya turut meliput insiden ini secara intensif sejak beberapa jam pertama setelah kontak hilang. Pemerintah Pakistan melalui PAA menegaskan komitmen untuk terus menjalankan operasi pencarian sepanjang malam hingga pesawat dan awaknya berhasil ditemukan. Sementara itu, Aviation Safety Network telah mencatatkan insiden ini dalam basis data mereka sebagai kecelakaan dalam penyelidikan dengan nomor laporan yang telah diterbitkan secara resmi. Dunia kini menunggu perkembangan dari operasi pencarian yang tengah berlangsung di Laut Arab, berharap kelima awak pesawat K2 Airways yang telah berhasil melaporkan masalah teknis sebelum kontak terputus dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Bagikan:

Diskusi

Memuat komentar...

Avatar Guest SIKORA