sikoracerestia.com - Di tengah hiruk-pikuk politik Inggris yang dikenal penuh gejolak silih bergantinya perdana menteri, krisis kepemimpinan, hingga skandal kabinet ada satu sosok yang tetap bertahan di 10 Downing Street tanpa goyah sedikit pun: seekor kucing tabby bernama Larry. Larry resmi menyandang gelar Chief Mouser to the Cabinet Office (Pemburu Tikus Utama Kantor Kabinet) sejak 15 Februari 2011, dan menurut data resmi pemerintah Inggris di situs Larry merupakan kucing peliharaan tabby domestik yang telah menjabat sebagai Chief Mouser to the Cabinet Office di 10 Downing Street sejak 2011, dan ia bukan milik pribadi perdana menteri Inggris melainkan dirawat oleh staf Downing Street. Status inilah yang membuat Larry secara teknis dikategorikan sebagai pegawai sipil (civil servant) bukan hewan peliharaan pribadi siapa pun, melainkan aset institusional pemerintah yang tetap di tempatnya meski penghuni Downing Street datang dan pergi.
Kisah Larry dimulai jauh dari kemewahan Downing Street. Larry lahir sebagai kucing liar sekitar Januari 2007 di London, dan kemudian dirawat oleh Battersea Dogs & Cats Home sebelum diadopsi oleh staf Downing Street pada 2011, yang awalnya dimaksudkan sebagai peliharaan untuk anak-anak PM saat itu David Cameron. Berdasarkan laporan resmi, Larry dipilih oleh David Cameron dan keluarganya dari panti asuhan hewan tersebut, dan ia digambarkan oleh sumber Downing Street sebagai "pemburu tikus yang baik" dengan "naluri berburu dan dorongan mengejar yang tinggi". Pengangkatannya bukan tanpa alasan praktis: pada Januari 2011, masalah tikus di Downing Street sudah cukup serius hingga terlihat berkeliaran di tangga Nomor 10 dalam sorotan kamera televisi, mendorong munculnya "faksi pro-kucing" di internal pemerintahan yang akhirnya berhasil meyakinkan dibawanya seekor kucing untuk mengatasi masalah tersebut.
Yang membuat Larry unik dibandingkan kucing-kucing Downing Street sebelumnya adalah status gelarnya yang resmi. Larry adalah kucing pertama yang secara resmi diberi gelar Chief Mouser oleh pemerintah Inggris pada 2011, meski kucing-kucing lain sebelumnya juga pernah diberi gelar tersebut secara informal, biasanya oleh pers Inggris, dan sering digambarkan secara bergurau sebagai pegawai sungguhan yang terlibat dalam politik internal pemerintah. Situs resmi pemerintah Inggris bahkan secara serius mendeskripsikan tugas hariannya: menyambut tamu yang datang ke rumah, memeriksa pertahanan keamanan, dan menguji kualitas perabotan antik untuk tidur siang. Ia juga dikatakan sedang merenungkan solusi atas masalah populasi tikus di rumah tersebut, dan telah memberitahu Downing Street bahwa solusi tersebut masih dalam "tahap perencanaan taktis" sebuah humor khas birokrasi Inggris yang menjadikan Larry bagian dari budaya pemerintahan itu sendiri.
Ironisnya, performa Larry sebagai pemburu tikus pada awal kariernya jauh dari memuaskan. Tidak lama setelah kedatangannya di Downing Street, sumber anonim menggambarkan Larry sebagai kucing yang "sangat kekurangan naluri membunuh." Pada tahun yang sama, terungkap bahwa Larry lebih banyak menghabiskan waktu tidur dibandingkan berburu tikus, dan ia kerap menghabiskan waktu bersama seekor kucing betina bernama Maisie. Bahkan, pada satu momen di tahun 2011, populasi tikus di Downing Street begitu merajalela sehingga Perdana Menteri David Cameron terpaksa melempar garpu ke arah seekor tikus saat acara makan malam Kabinet berlangsung, yang membuat Larry mendapat julukan tidak sedap dari tabloid Inggris: "Lazy Larry". Namun reputasi ini berangsur membaik ia berhasil menangkap tikus pertamanya pada 22 April 2011, dan pada Oktober 2013 Larry tercatat menangkap empat tikus dalam dua minggu. Bahkan di usia senjanya, pada April 2026, Larry masih teramati menjalankan tugasnya dengan menangkap seekor tikus di usia 19 tahun sebuah bukti dedikasi yang mengagumkan untuk kucing seusianya.
Inilah yang membuat Larry begitu istimewa dalam sejarah politik Inggris: konsistensinya melintasi pergantian kekuasaan yang nyaris tak terhitung. Larry telah tinggal di 10 Downing Street selama masa kepemimpinan enam perdana menteri, jumlah terbanyak dari semua Chief Mouser yang pernah ada yakni David Cameron, Theresa May, Boris Johnson, Liz Truss, Rishi Sunak, dan Keir Starmer. Faktanya, Larry bukanlah kucing dengan masa jabatan terlama dalam sejarah gelar itu dipegang oleh pendahulunya. Kucing dengan masa jabatan terlama yang tercatat di Downing Street adalah Peter III, yang menjabat lebih dari 16 tahun di bawah lima perdana menteri berbeda: Clement Attlee, Winston Churchill, Anthony Eden, Harold Macmillan, dan Alec Douglas-Home. Namun, Larry tetaplah kucing pertama yang secara resmi diberi gelar tersebut oleh pemerintah, menjadikannya rujukan utama ketika orang membahas tradisi unik kucing Downing Street ini.
Tingkat popularitas Larry di mata publik Inggris bahkan melampaui para pemimpin negara yang ia layani. Menjelang pemilu umum 2024, sebuah jajak pendapat dari Ipsos menunjukkan bahwa Larry memiliki tingkat favorabilitas (44%) dan favorabilitas bersih (40%) yang lebih tinggi dibandingkan baik PM Sunak (22% dan -36%) maupun PM Starmer (34% dan -7%). Fenomena ini bahkan pernah diteliti secara akademis pada 2004, sebuah studi menemukan bahwa persepsi pemilih terhadap kucing kepala pemburu tikus ini tidak sepenuhnya bebas dari bias partisan. Robert Ford, seorang ilmuwan politik dari University of Manchester, melaporkan survei YouGov yang menunjukkan afinitas terhadap kucing tersebut terbelah menurut garis partisan: pemilih Konservatif lebih menyukai kucing tersebut ketika diberitahu bahwa itu adalah kucing Thatcher, sementara pemilih Buruh lebih menyukainya ketika diberitahu itu adalah kucing Tony Blair. Larry juga telah bertemu berbagai pemimpin dunia, mulai dari mantan Presiden AS Barack Obama hingga Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Oktober 2024, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada 2025, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Januari 2026 lalu saat kunjungannya ke Inggris.
Kehidupan Larry di Downing Street tidak selalu damai ia memiliki rival abadi bernama Palmerston, kucing resmi Kementerian Luar Negeri Inggris. Pada Agustus 2016, menurut fotografer politik Steve Beck, Larry mengalami "perkelahian paling brutal" dengan Palmerston di tangga Nomor 10. Dalam perkelahian itu, Larry kehilangan kerahnya, sementara Palmerston menderita beberapa luka cakaran dalam dan telinga yang robek parah. Persaingan ini bahkan sampai dibahas di parlemen pada September 2016, seorang anggota House of Lords mengajukan pertanyaan resmi mengenai siapa yang membayar biaya dokter hewan Larry akibat luka dari perkelahian melawan Palmerston. Menariknya, tidak seperti pendahulunya sejak 1929, biaya perawatan Larry didanai secara sukarela oleh para staf Downing Street, tanpa membebani anggaran Pemerintah Yang Mulia (HM Government) sebuah detail yang menegaskan bahwa meski berstatus "pegawai negeri", Larry tidak digaji dari uang pajak rakyat Inggris.
Yang membuat kisah Larry semakin relevan untuk dibahas saat ini adalah perkembangan politik Inggris yang baru terjadi. Pada 22 Juni 2026, Perdana Menteri Keir Starmer salah satu dari enam PM yang telah dilayani Larry mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan pemimpin Partai Buruh, menyusul tekanan internal partainya. Sebuah artikel berita internasional bahkan menyoroti momen ini secara khusus: pengunduran diri Starmer menandai perubahan kepemimpinan keenam yang dialami Inggris dalam satu dekade terakhir, sementara satu penghuni Downing Street tetap menjadi sosok konstan di tengah gejolak politik tersebut Larry si kucing, kepala pemburu tikus Inggris yang sudah lama menjabat. Dengan Andy Burnham yang diprediksi akan menjadi penggantinya, Larry akan segera mencatatkan rekor baru: menyambut perdana menteri ketujuh dalam riwayat jabatannya sebuah pencapaian yang semakin menegaskan reputasinya sebagai institusi nasional yang lebih stabil dibandingkan jabatan tertinggi negara itu sendiri.
Larry telah jauh melampaui perannya sebagai pemburu tikus dan berkembang menjadi fenomena budaya. Ia dianugerahi blue plaque di Battersea Dogs and Cats Home pada Oktober 2012, dan sebuah spesies kumbang yang ditemukan pada 2021, Caccothryptus larryi, bahkan diberi nama untuk menghormatinya. Akun parodi Twitter/X tidak resmi bernama @Number10Cat juga telah dikenal luas karena mengejek dan memberikan komentar tentang perkembangan politik Inggris dan internasional, dengan The New York Times mencatat pada 2022 bahwa akun tersebut "memposting pengamatan yang kadang sinis tentang barisan perdana menteri yang bergantian menghuni rumah tersebut". Bahkan, pada Juli 2025, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Keir Starmer, dan Menteri Keuangan Rachel Reeves sempat bercanda tentang Larry dan akun media sosial tersebut selama kunjungan kenegaraan Macron, dengan Reeves menyebutnya sebagai "orang paling populer di Downing Street". Kisah Larry bahkan akan diabadikan dalam sebuah buku tentang hewan-hewan dalam dunia politik yang ditulis oleh jurnalis Peter Cardwell sebuah pengakuan nyata bahwa seekor kucing pemburu tikus telah menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi politik Inggris modern.
Image Source Wikimedia Commons
Referensi
Chief Mouser to the Cabinet Office. Wikipedia (Bahasa Inggris). Baca Artikel
Larry (cat). Wikipedia (Bahasa Inggris). Baca Artikel
Six prime ministers, nine lives: Downing Street's 'chief mouser' Larry the cat outlasts another leader. Baca Artikel
6 UK Prime Ministers later, 'Larry the cat' is 10 Downing Street's ultimate survivor. The Tribune. Baca Artikel
10 Downing Street - Official History. GOV.UK. BACA
Who Is Larry the Cat? Inside the Life of 10 Downing Street's Longest-Serving Resident and Chief Mouser. Open Magazine. Baca Artikel
Larry the cat has higher favourability rankings than either Rishi Sunak or Keir Starmer. Ipsos, 4 Juli 2024. Baca Artikel
UK PM Starmer resigns as Britain faces its seventh leader in 10 years. CNBC. Baca Artikel
June 22, 2026: Keir Starmer resignation, UK to get sixth PM in seven years, as Andy Burnham likely to replace him. CNN. Baca Artikel
2026 Labour Party leadership crisis. Wikipedia (Bahasa Inggris). Baca Artikel
Diskusi
Memuat komentar...