SIKORA

Teror Dering Misterius Langkah Taktis Menghentikan Serangan Telepon Spam yang Meresahkan

Wibik R
Wibik R
06 Feb 2026 71 Views

sikoracerestia.com - Dering telepon di tengah kesibukan kerja atau waktu istirahat seharusnya menjadi penanda adanya kabar penting, namun belakangan ini suara tersebut justru berubah menjadi sumber kecemasan. Fenomena serangan panggilan dari nomor tidak dikenal yang masuk secara bertubi-tubi sedang menjadi keluhan utama warganet di awal tahun 2026 ini. Bukan lagi sekadar satu atau dua kali, intensitas gangguan ini bisa mencapai puluhan kali dalam sehari dengan nomor yang terus berganti, membuat pemilik ponsel merasa diteror. Situasi ini tentu sangat mengganggu produktivitas dan kenyamanan, terutama ketika panggilan tersebut ternyata hanya berisi suara mesin penjawab otomatis atau text to speech bahkan hening tanpa suara saat diangkat.

Merujuk pada keresahan yang ramai diperbincangkan di media sosial baru-baru ini, lonjakan aktivitas telepon spam ini dinilai tidak wajar. Para pengamat keamanan siber mengindikasikan bahwa fenomena ini sering kali berkaitan dengan kebocoran data pribadi yang masif atau penggunaan teknologi autodialer penelepon otomatis oleh pihak tak bertanggung jawab. Mesin-mesin ini bekerja dengan cara menghubungi ribuan nomor secara acak atau berdasarkan basis data ilegal hanya untuk memverifikasi apakah nomor tersebut aktif. Jika panggilan dijawab, nomor tersebut akan ditandai sebagai target hidup yang berpotensi menjadi sasaran penipuan, penawaran pinjaman online ilegal, atau sekadar gangguan iseng yang berkelanjutan.

Baca Juga: Rapuhnya Kesehatan Mental Anak Indonesia

Langkah pertama dan paling praktis untuk meredam gangguan ini adalah dengan memaksimalkan fitur keamanan yang sudah tertanam di dalam ponsel pintar. Baik perangkat berbasis Android maupun iOS kini telah dilengkapi dengan fitur Silence Unknown Callers atau bisukan nomot tidak dikenal. Mengaktifkan fitur ini memungkinkan sistem untuk secara otomatis menolak atau membisukan panggilan dari nomor yang tidak tersimpan dalam daftar kontak. Panggilan tersebut akan langsung dialihkan ke kotak suara atau daftar riwayat panggilan tanpa membunyikan dering, sehingga fokus dan ketenangan pengguna tidak akan terganggu oleh nomor-nomor asing yang mencurigakan.

Selain mengandalkan sistem bawaan, penggunaan aplikasi pelacak nomor telepon menjadi solusi yang sangat efektif. Aplikasi seperti Truecaller atau GetContact bekerja dengan basis data komunitas, memungkinkan identifikasi identitas penelpon bahkan sebelum panggilan dijawab. Jika sebuah nomor telah banyak dilaporkan oleh orang lain sebagai "penipu", "spam", atau "telemarketing", layar ponsel akan langsung menampilkan peringatan merah. Beberapa aplikasi bahkan menyediakan fitur pemblokiran otomatis untuk kategori top spammers, sehingga nomor-nomor yang sudah masuk daftar hitam komunitas tidak akan memiliki kesempatan untuk membuat ponsel berdering.

Strategi terakhir yang sering kali diremehkan namun sangat krusial adalah kedisiplinan untuk tidak merespons. Mengangkat panggilan dari nomor asing, apalagi berbicara dengan penelepon spam, justru memberikan sinyal konfirmasi bahwa nomor target adalah nomor aktif yang responsif. Tindakan ini berisiko meningkatkan frekuensi serangan di kemudian hari karena data nomor tersebut akan diperjualbelikan di kalangan pelaku spam. Membiarkan panggilan mati dengan sendirinya atau langsung menolaknya tanpa interaksi suara adalah respons paling benar untuk memutus rantai gangguan ini. Gabungan antara teknologi pemblokiran dan kehati-hatian dalam menyebarkan nomor pribadi di ruang publik menjadi kunci utama untuk merebut kembali kenyamanan berkomunikasi.

Bagikan:

Diskusi

Memuat komentar...